Kamis, 03 Maret 2011

Sedikit Tentang Ukhuwah

“ Temuakan tujuh puluh dalih untuk menganggap benar perilaku saudara yang tampak keliru dimatamu. Jika setelah tujuh puluh alasan terasa tak masuk akal juga, maka katakan pada dirimu, saudaraku ini punya udzur yang tak ku tahu.”
(Abu Nuaim dalam hilyatul auliya’)

            Sebuah refleksi rasa cinta kita terhadap saudara kita adalah dengan tetap menjaga prasangka kita terhadap saudara kita. Karena sesungguhnya setiap kedengkian kita terhadap saudara kita, semua berawal dari sebuah prasangka. Padahal belum tentu apa yang kita pikirkan tentang saudara kita adalah benar.
            Ada sebuah ungkapan “lebih baik di tusuk musuh, daripada di sayat oleh teman sendiri”. Itu menggambarkan bahwa sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh teman sendiri jauh lebih sakit daripada itu semua dilakukan secara terang-terangan oleh musuh kita. Dan berprasangka buruk tanpa alasan yang  mendasar adalah awal dari sebuah pengkhianatan kita terhadap saudara kita.
           Kutipan di atas setidaknya bisa dijadikan salah satu pegangan untuk seluruh umat muslim dalam berukhuwah. Sebuah upaya untuk tetap berprasangka baik kepada saudara kita, meskipun mungkin terkadang alasan-alasan itu tidak lagi masuk akal untuk membantah hal-hal yang telah saudara kita lakukan, tapi upaya untuk berprasangka baik itu harus tetap ada pada diri seorang muslim.
            Karena sungguh salah satu hak dari saudara kita adalah dengan mendapatkan segala yang terbaik dari kita. “tidaklah sempurna iman seseorang, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhori dan Muslim)
            Jadi salah satu kunci sukses dalam berukhuwah adalah dengan tetap berprasangka baik terhadap saudara kita betapapun sulit kita melakukan itu karena memang secara kasat mata apa yang telah diperbuat oleh saudara kita sudah melewati batas toleransi yang telah kita berikan.
            Dan kalupun kita memang harus membencinya maka bencilah sifatnya atau bencilah apa yang telah ia lakuan karena Allah. Jangan kita membenci saudara kita dan langsung meninggalkannya begitu saja.
            Dan semoga ukhuwah yang terbina dengan lafazh bismillah hanya akan diakhiri dengan lafazh innalillah.

Sawangan, 23 Shafar 1432 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar