Setiap hari dan entah sampai kapan matahari akan tetap terbit dari timur dan selalu tenggelam di barat. Tak pernah terbesit sedikitpun untuk melawan itu. Meskipun memang semua sudah menjadi ketentuan sang maha penguasa matahari, tapi paling tidak kita bisa mengambil banyak ibroh dari hal itu.
Bagaimana matahari yang perannya tidak sedikit dalam kehidupan manusia tetap mengikuti alur yang sudah digariskan rabbnya. Tetap melakukan tugasnya dengan total tanpa peduli dirinya akan dipuji atau tidak, bahkan manusia lebih sering menghinanya ketika matahari terlalu terik atau ketika matahari tidak menyinari secara sempurna.
Hidup adalah cermin, coba kita tengok sudah berapa banyak kontribusi yang kita berikan untuk ummat ini? Bandingkan dengan keluhan yang sudah kita keluarkan yang berimbas dengan ketidak seriusan kita dalam mengemban amanah ini.
Naif sekali kita yang terus berpikir untuk keluar dari jalan ini, sedangkan belum banyak yang kita torehkan di jalan yang penuh romantika ini. Satu kutipan yang menurut saya luar biasa indah ”selangkah ke alam perjuangan berarti selamanya dalam kepahitan” ya paling tidak sampai Alloh yang membalas semua kepahitan itu dengan keindahan yang demi Alloh tidak akan ternilai harganya.
Sungguh, kalian yang telah dinobatkan sebagai Aktivis. kalian mempunyai satu hal yang tidak dimiliki oleh orang lain. Tapi ingat apapun tentang diri ini adalah kelemahan, segala sesuatu tentang hati ini adalah lalai, segala ucapan dari mulut ini adalah salah, dan nasihatlah pencerah dari segala kegelapan.
” Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.
Demi Alloh yang menguasai segala isi hati, kita disini bukan tanpa sebab. Banyak alasan kenapa Alloh mengamanahkan ini semua kepada kita. Dan implementasi rasa syukur kita adalah tetap bertahan di garis masa, karena mundur dari perjuangan adalah sebuah pengkhianatan. Tetaplah bersinar dengan sinar yang sempurna, seperti sempurnanya sang matahari yang terus menerus menyinari bumi dari segala kegelapan yang kapan saja bisa menghampiri.
Sawangan, 10 Muharram !432 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar