Senin, 07 Maret 2011

Apakah Kita Berada Pada Barisan Itu?

Ekonomi adalah aspek yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Bahkan terkadang kita melihat tingkat kemuliaan seseorang dari segi ekonominya. Sehingga banyak orang yang merasa dirinya tinggi karena tingkat ekonominya tinggi, dan merasa dirinya hina karena keadaan sebaliknya.
Itulah keadaan ekonomi dunia saat ini. Paradigma seperti itu muncul karena sistem yang digunakan saat ini adalah sistem ekonomi yang mengkomparasikan dua kasta, yang kuat dan lemah.

Jika Komitmenmu Benar- Benar Tulus

"Dan antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah ; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-menunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya." [Al-Ahzab 33:23]

1. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus..., maka tidak akan banyak aktivis dakwah yang berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.

2. Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus..., niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat, akan jarang terjadi.

Politik dan Islam dalam Tataran Kebijakan

<w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"

Mozaik Semangat


 Setiap hari dan entah sampai kapan matahari akan tetap terbit dari timur dan selalu tenggelam di barat. Tak pernah terbesit sedikitpun untuk melawan itu. Meskipun memang semua sudah menjadi ketentuan sang maha penguasa matahari, tapi paling tidak kita bisa mengambil banyak ibroh dari hal itu.
Bagaimana matahari yang perannya tidak sedikit dalam kehidupan manusia tetap mengikuti alur yang sudah digariskan rabbnya. Tetap melakukan tugasnya dengan total tanpa peduli dirinya akan dipuji atau tidak, bahkan manusia lebih sering menghinanya ketika matahari terlalu terik atau ketika matahari tidak menyinari secara sempurna.
Hidup adalah cermin, coba kita tengok sudah berapa banyak kontribusi yang kita berikan untuk ummat ini? Bandingkan dengan keluhan yang sudah kita keluarkan yang berimbas dengan ketidak seriusan kita dalam mengemban amanah ini.
Naif sekali kita yang terus berpikir untuk keluar dari jalan ini, sedangkan belum banyak yang kita torehkan di jalan yang penuh romantika ini. Satu kutipan yang menurut saya luar biasa indah ”selangkah ke alam perjuangan berarti selamanya dalam kepahitan” ya paling tidak sampai Alloh yang membalas semua kepahitan itu dengan keindahan yang demi Alloh tidak akan ternilai harganya.
Sungguh, kalian yang telah dinobatkan sebagai Aktivis. kalian mempunyai satu hal yang tidak dimiliki oleh orang lain. Tapi ingat apapun tentang diri ini adalah kelemahan, segala sesuatu tentang hati ini adalah lalai, segala ucapan dari mulut ini adalah salah, dan nasihatlah pencerah dari segala kegelapan.
  
” Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.
Demi Alloh yang menguasai segala isi hati, kita disini bukan tanpa sebab. Banyak alasan kenapa Alloh mengamanahkan ini semua kepada kita. Dan implementasi rasa syukur kita adalah tetap bertahan di garis masa, karena mundur dari perjuangan adalah sebuah pengkhianatan. Tetaplah bersinar dengan sinar yang sempurna, seperti sempurnanya sang matahari yang terus menerus menyinari bumi dari segala kegelapan yang kapan saja bisa menghampiri.

Sawangan, 10 Muharram !432 H

Kamis, 03 Maret 2011

Sedikit Tentang Ukhuwah

“ Temuakan tujuh puluh dalih untuk menganggap benar perilaku saudara yang tampak keliru dimatamu. Jika setelah tujuh puluh alasan terasa tak masuk akal juga, maka katakan pada dirimu, saudaraku ini punya udzur yang tak ku tahu.”
(Abu Nuaim dalam hilyatul auliya’)

            Sebuah refleksi rasa cinta kita terhadap saudara kita adalah dengan tetap menjaga prasangka kita terhadap saudara kita. Karena sesungguhnya setiap kedengkian kita terhadap saudara kita, semua berawal dari sebuah prasangka. Padahal belum tentu apa yang kita pikirkan tentang saudara kita adalah benar.
            Ada sebuah ungkapan “lebih baik di tusuk musuh, daripada di sayat oleh teman sendiri”. Itu menggambarkan bahwa sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh teman sendiri jauh lebih sakit daripada itu semua dilakukan secara terang-terangan oleh musuh kita. Dan berprasangka buruk tanpa alasan yang  mendasar adalah awal dari sebuah pengkhianatan kita terhadap saudara kita.
           Kutipan di atas setidaknya bisa dijadikan salah satu pegangan untuk seluruh umat muslim dalam berukhuwah. Sebuah upaya untuk tetap berprasangka baik kepada saudara kita, meskipun mungkin terkadang alasan-alasan itu tidak lagi masuk akal untuk membantah hal-hal yang telah saudara kita lakukan, tapi upaya untuk berprasangka baik itu harus tetap ada pada diri seorang muslim.
            Karena sungguh salah satu hak dari saudara kita adalah dengan mendapatkan segala yang terbaik dari kita. “tidaklah sempurna iman seseorang, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhori dan Muslim)
            Jadi salah satu kunci sukses dalam berukhuwah adalah dengan tetap berprasangka baik terhadap saudara kita betapapun sulit kita melakukan itu karena memang secara kasat mata apa yang telah diperbuat oleh saudara kita sudah melewati batas toleransi yang telah kita berikan.
            Dan kalupun kita memang harus membencinya maka bencilah sifatnya atau bencilah apa yang telah ia lakuan karena Allah. Jangan kita membenci saudara kita dan langsung meninggalkannya begitu saja.
            Dan semoga ukhuwah yang terbina dengan lafazh bismillah hanya akan diakhiri dengan lafazh innalillah.

Sawangan, 23 Shafar 1432 H